Showing posts with label Jejaring Sosial. Show all posts
Showing posts with label Jejaring Sosial. Show all posts

Sunday, 30 September 2012

Seberapa Kepo Anda di Facebook? Hayoo Ngaku gan . .



Iseng Baca - Terlalu sering mengintip akun, kini "diperingkatkan" dengan daftar aktifitas pencarian di Log Aktivitas Facebook. Untungnya, hanya Anda yang tahu. Facebook, akan "memberitahu" seberapa kepo penggunanya di Facebook, lewat daftar di Log Aktifitas yang menampilkan seluruh kegiatan pencarian di jejaring Facebook.  Sebelumnya, log aktifitas hanya menampilkan aktifitas biasa, seperti kiriman yang disukai, komentar yang diberikan, atau tanda Suka yang diterima atau diberikan pada sebuah kiriman.

Demikian pengumuman Facebook di newsroom.fb.com.

Aktifitas kepo, istilah yang populer untuk para penguntit di jejaring sosial. Perilaku ini biasanya didorong oleh rasa ingin tahu yang sangat tinggi terhadap orang lain. Lalu, ia akan sering melacak profil seseorang di jejaring sosial, dan mempelajarinya. Mengetahui hal-hal detil yang dilakukan orang lain di jejaring sosial, memang sudah lama menjadi perilaku umum para penggunanya.

Dulu di era Multiply atau Friendster berjaya, mengetahui siapa yang berkunjung ke profil kita adalah salah satu fitur yang menarik perhatian. Facebook, hingga saat ini tidak memberikan informasi tersebut, meski banyak sekali yang menanyakannya. Beberapa scam sempat berhasil menipu para pengguna, dengan iming-iming bisa melihat siapa penguntit mereka di Facebook.

Facebook, sudah menyatakan bahwa tak ada informasi mengenai siapa yang membuka profil Anda, begitu pula tak satupun aplikasi diperkenankan melakukan hal serupa. Jika ada aplikasi yang menawarkan hal tersebut, bisa dipastikan itu tidak benar. Anda bahkan bisa melapor ke Facebook jika menemukan aplikasi yang menawarkan kemampuan ini.

Aplikasi seperti Fan Check, hanya menawarkan nama teman dalam jejaring yang paling rajin berinteraksi dengan Anda, melalui komentar, tanda suka, atau aktifitas lainnya yang sifatnya umum. Tanpa aplikasi tertentu, sebenarnya pengguna bisa mengetahuinya. Aplikasi ini sempat mendapat 1 juta unduhan dalam sehari.

Informasi baru di daftar Log Aktifitas ini, bukannya memberitahu siapa yang pernah berkunjung, tetapi seperti "memperingatkan" Anda mengenai siapa saja yang pernah dikunjungi. Untungnya, hanya pengguna sendiri – dan tentu saja –  Facebook yang tahu. Kecuali akun Anda dibajak orang lain, maka tingkat ke-kepo-an Anda terhadap akun lain bisa diukur dengan daftar pencarian dalam log ini. Seberapa seringkah Anda mengintip akun orang lain, kini bisa kelihatan dari panjangnya daftar pencarian akun yang pernah dilakukan.

Tetapi jangan khawatir, Anda juga bisa menghapus daftar catatan pencarian dalam log aktivitas ini. Kalau Anda takut daftar itu jatuh ke tangan yang tidak tepat, misalnya penjahat, atau pasangan Anda, sebaiknya catat cara menghapus catatan aktifitas pencarian ini baik-baik.

Sayangnya, belum semua wilayah di dunia mendapat pembaruan ini dalam waktu dekat. Menurut penjelasan Facebook, secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan para fesbukers baru akan mendapatkan informasi pencarian di Log Aktivitas mereka. Tunggu saja hingga Facebook mulai meluncurkan pembaruan ini untuk pengguna di Indonesia.

Inilah 5 Tweet Paling Merugikan di Dunia


Iseng Baca - Media jejaring sosoial memang kadang di gunakan oleh sebagian orang untuk melakukan curhat atau sekedar berbagi apa yang ada di dalam pikiran kita namun bijak lah dalam mengunakanya nah salah satunya adalah 5 kisah berikut ini mereka melakukan Twit di twiter namun apa yang meraka dapat mereka malah mendapatkan kerugian materi yang begitu besar penasaran simak 5 Twit Yang Menimbulkan Kerigian Paling Besar berikut ini.

1. Anthony Weiner
Harga yang hilang: Gaji US$ 174 ribu setahun, mimpi menjadi Walikota New York, dan Presiden Amerika Serikat

Mantan anggota DPR di Amerika dari Partai Demokrat ini harus mundur dari jabatannya sebagai anggota Kongres. Entah apa maksudnya, suatu ketika Weiner mengirimkan foto penampilan seksualnya kepada seorang mahasiswa melalui Twitter. Begitu kasus ini muncul ke media, dia sempat membantah.

Namun rasa malu yang dimiliki Weiner tak bisa disingkirkan. Dia harus mengundurkan diri dari DPR dan mengubur cita-cita pencapaian politiknya. Bahkan, dia harus kehilangan gaji US$ 174 ribu setahun. Belum lagi, dia harus meninggalkan potensi jatah pensiun sebesar US$ 1,2 juta seandainya di bertahan selama 12 tahun di DPR.

2. Juri nge-twit, tuntutan diulang
Nilai kerugian, US$ 600 ribu

Gara-garanya, seorang juri yang iseng. Usai rapat dengan para dewan juri dalam pengadilan Erickson Dimas-Martinez yang menghadapi tuntutan hukuman mati di Pengadilan Arkansas, Amerika Serikat, dia nge-twit: Pilihan sudah dibuat. Ada patah hati. Kami memutuskan di jalur yang baik.

Kontan, pembela terdakwa memprotes. Keputusan yang disampaikan ke publik melalui media sosial sebelum dibacakan di pengadilan adalah kekerasan atau perlawanan terhadap isntruksi hakim yang melarang juri membicarakan kasus kepada siapa pun. Akhirnya hakim pun memutuskan agar tuntutan diulang. Biayanya, ya dari pajak rakyat yang diperkirakan senilai US$ 600 ribu.

3. NBA hukum pemilik klub
Nilai hukuman, US$ 525 ribu

Peristiwanya terjadi di saat pemain dan asosiasi pemain basket NBA sedang melakukan perundingan. Tak dijelaskan apa yang didiskusikan, tapi kemungkinan bisa soal gaji. Tiba-tiba, pemilik klub Miami Heat, Micky Arison, mengomentari jalannya perundingan melalui twitter.

Komentar tersebut merupakan larangan yang dibuat NBA. Arison pun kena denda US$ 500 ribu. Sebelumnya, kejadian mirip terjadi pada Mark Cuban yang didenda US$ 25 ribu lantaran mengkritik pengurus NBA melalui media sosial. Juru bicara NBA, Tim Frank membenarkan kisah ini, namun menolak rincian denda.

4, Petaka twit tiket penerbangan murah
Nilai kerugian, US$ 50 ribu

Akun Spirit Airlines nge-twit tawaran tiket murah: US$ 9 sekali jalan dari Los Angeles, namun tidak memasukkan pajak dan biaya lain, dalam tulisan 140 huruf itu. Dianggap pembohongan, maka Departemen Transportasi menghukum perusahaan penerbangan yang berbasis di Florida itu sebesar US$ 50 ribu.

Perusahaan memang menyembunyikan pajak dan biaya lain yang harus dibayar dalam tiket. Kendati masuk dalam situsnya, tapi harus melakukan klik dua kali untuk menemukan berapa biaya tiket sebenarnya. “Konsumen berhak tahu harga seluruhnya yang harus dibayar ketika membeli tiket,” ujar Menteri Transportasi Amerika, Ray LaHood.

5. Editor CNN dipecat
Potensi kerugian: pendapatan masa depan

Octavian Nasr sudah bekerja di CNN selama 20 tahun. Tapi gara-gara sekali salah twit, editor senior yang mengawal liputan Timur Tengah itu dipecat perusahaannya. Kepada media sosial Twitter disampakan, “Sungguh sedih mendengar kematian Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah. Pentolan Hizbullah yang sangat saya hormati.”

Sialnya, orang yang dihormati oleh Nasr itu merupakan tokoh yang dibenci Amerika lantaran suka mengkritis negara tersebut. Akhirnya, editor wanita ini harus berjalan keluar dari kantornya dengan perasaan simpatik terhadap sang tokoh, namun entah perasaannya terhadap CNN yang memcatnya. Baik Nasr maupun CNN menolak berkomentar.

Saturday, 15 September 2012

Zuckerberg Bicara, Angkat Drastis Saham Facebook



Iseng Baca - California - CEO Facebook Inc Mark Zuckerberg mungkin perlu bicara lebih sering. Penampilan 30 menitnya di sebuah konferensi industri teknologi awal pekan ini telah mengangkat saham Facebook dan menambah nilainya hingga US$ 6,785 juta hingga akhir pekan ini.

Saham Facebook seusai sesi perdagangan reguler hari Jumat naik 6,2 persen pada angka US$ 22, menandai kepercayaan Wall Street yang terus membaik pada perusahaan itu. Ini adalah penampilan Zuckerberg berbicara di depan publik pertama sejak peluncuran saham perdana Mei lalu.

Menurut para analis, kemajuan perusahaan dalam memperkenalkan layanan iklan baru yang memberikan pemasar makin gampang menjangkau konsumen di Facebook juga membantu meningkatkan nilai saham. "Orang-orang mulai merasa sedikit lebih nyaman," kata Arvind Bhatia, analis Sterne, Agee & Leach.

Komentar Zuckerberg, di mana ia menyoroti kemajuan bisnis mobile, menyatakan, Facebook bisa memasuki pasar pencarian dan menyatakan keyakinannya di masa depan akan mampu menghasilkan uang. Hal itu, Bhatia mengatakan, telah meningkatkan persepsi saham.

Zuckerberg memiliki reputasi menghabiskan waktunya membangun perusahaan dari dalam ketimbang berkeliling mempromosikannya kepada investor.

Facebook Ad Exchange memungkinkan pemasar untuk menargetkan konsumen berdasarkan riwayat aktivitas browsing mereka sebelumnya, seperti situs-situs yang mereka kunjungi. Teknik periklanan online yang standar ini sampai sekarang belum tersedia di Facebook.

Jaringan sosial nomor 1 di dunia ini dihuni hampir semiliar anggota. Namun, penawaran saham perdana perusahaan ini jeblok, bahkan nilai sahamnya terus tergerus. Saham naik sekitar 13 persen sejak Zuckerberg berbicara di TechCrunch Disrupt konferensi di San Fransisco, Selasa.